Kamis, 20 Desember 2012

Pengoptimalisasian Kemampuan Membaca dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran DRTA (Direct Reading Thinking Activities)

Upaya untuk mengoptimalkan pembelajaran membaca pemahaman sebagai salah satu bentuk pembelajaran membaca dan keterampilan berbahasa di SD adalah menggunakan DRTA (Direct Reading Thinking Activities). Menurut Stauffer dan Manzo strategi DRTA merupakan strategi yang berguna untuk membimbing siswa berinteraksi dengan teks yang berlandaskan pada pendekatan proses membaca.  Proses membaca tersebut dimulai dengan tahap prabaca, saat baca, pascabaca. Sementara itu, menurut Stauffer strategi DRTA dapat mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir melalui keterampilan membaca. Strategi dirancang untuk meminta siswa memprediksi isi bacaan dan isi paragraf berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, memikirkan prediksi saat membaca dan menguji/merevisi yang berhubungan dengan bacaan.
Aktivitas yang dilakukan saat prabaca ini menggunakan pengajaran mini. Pengajaran mini dilakukan untuk membantu siswa membangkitkan pengalaman  atau skemata. Salah satu tujuan pengajaran mini untuk aktivitas ini ialah mambantu siswa dalam mengaktifkan skemata sebelum membaca atau mengisikan skemata pada pembaca, hal ini penting karena keberhasilan dalam membaca sangat ditentukan oleh pengalaman dan pengetahuan pendahuluan (prior knowledge) yang dimilki siswa.  Selain itu, pengajaran mini yang bertujuan membangkitkan skemata ini dianggap penting karena aktivitas tersebut akan membantu guru dalam menciptakan iklim yang lebih kuat bagi pengembangan afektif minat, sikap positif, dan motivasi.
Aktivitas pada tahap prabaca memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan mencoba kebiasaan untuk memecahkan suatu masalah dan langsung termotivasi untuk menguji kebenaranya dari bacaan. Di samping itu, siswa akan dapat mengaktifkan skemata untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan topik yang akan dibaca.
Aktivitas yang dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut : a) Guru mengelompokan siswa menjadi empat kelompok yang terdiri atas lima siswa.  Pengelompokan siswa berdasarkan perbedaan kemampuan, b) Guru memperkenalkan topik bacaan. Guru memberikan penjelasan atau pernyataan yang akan membantu metakognisi siswa dengan cara menghubungkan judul bacaan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa. Dalam hal ini akan membantu meningkatkan pengetahuannya. c) Guru memberikan penjelasan tentang tujuan membaca yang akan    dilaksanakan. d) Guru menjelaskan langkah-langkah belajar yang akan dilaksanakan. e) Guru mencatat di papan tulis semua prediksi yang dikemukakan siswa.
 Periode membaca dalam hati merupakan  waktu yang ditetapkan guru yang harus dilaksanakan. Pelaksanaanya dapat perorangan, berpasangan, maupun kelompok. Banyak hal yang harus dibaca dapat ditentukan oleh guru atau kelompok, misalnya sejumlah bab, halaman atau paragraf. Sewaktu membaca dalam hati siswa dapat menentukan ide pokok dan ide penjelas dalam setiap paragraf, menemukan alasan tujuan penulis, dan menyimpulkan isi bacaan.
Membaca dalam hati biasanya untuk penikmatan atau kesenangan. Oleh karena itu, membaca dalam hati sering juga disebut membaca rekreasional, yang memerlukan ketenangan dan terbebas dari rasa tertekan. Dalam kegiatan membaca dalam hati, siswa dan guru harus membaca. Guru harus turut serta membaca karena ia sebagai model membaca bagi siswa. Bila pada waktu membaca dalam hati siswa disuruh membaca tetapi gurunya tidak ikut serta membaca bahkan tidak berada di kelas, maka ada kemungkinan siswa menganggap kegiatan membaca sesuatu yang kurang penting.
Aktivitas pascabaca adalah aktivitas pengajaran setelah siswa melakukan kegiatan membaca. Kegiatan pascabaca ini sangat membantu siswa mengintegrasikan informasi yang baru dalam menghidupkan skematanya. Dan juga penghadiran pengalaman belajarnya pada tahapan yang dilaluinya.
Pengajaran pada tahap pascabaca dilakukan dengan cara membaca ulang prediksi awal yang dikemukakan pada tahap prabaca, bertanya-jawab untuk merevisi/menguji prediksi awal, melakukan sharing hasil dalam diskusi kelas, serta menjawab pertanyaan tingkat literal, inferensial, kritis, dan kreatif secara individu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes