Selasa, 16 Oktober 2012

langkah-langkah menulis laporan perjalanan (SMP)

Laporan merupakan tulisan yang berisi menerangkan, menyajikan langkah atau tindakan yang telah dilakukan, memaparkan hasil kerja, dan merekam kegiatan. Berdasarkan bentuk penyajiannya laporan dapat dikategorikan menjadi empat jenis, yaitu borang atau formulir, surat, artikel, dan laporan resmi.  Menurut Juhara (dalam Wardani 2008:4) menyebutkan bahwa "Laporan perjalanan merupakan salah satu bentuk laporan yang berisi kegiatan seseorang dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat yang dikunjunginya".  Sejalan dengan pendapat Juhara, menyimpulkan bahwa "Laporan perjalanan harus berdasarkan pengamatan,  pengalaman, dan observasi langsung pada tempat tertentu yang kita kunjungi".
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa laporan perjalanan adalah laporan yang berisi kegiatan seseorang dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat yang didasarkan pada pengamatan, pengalaman, dan observasi langsung terhadap tempat yang dikunjungi. Laporan perjalanan dapat berisi persiapan sebelum perjalanan dilakukan, kegiatan selama perjalanan berlangsung, serta tujuan yang didapat setelah perjalanan berlangsung.
Pada prinsipnya menulis laporan hampir sama dengan menyusun tulisan jenis lainnya. Hal ini karena hakikat menulis, apa pun jenisnya, merupakan aktivitas yang berproses. Menurut Hadiwidjoyo (2003:26),  penulisan laporan merupakan suatu proses. Di dalamnya dikenali sejumlah tahapan yang diawali dengan penyiapan segala sesuatu yang akan dibutuhkan dan berakhir dengan pemeriksaan kembali dan penuntasan naskah akhir.
Sistematika dari penulisan laporan perjalanan  adalah:
1)      Nama kegiatan
Nama kegiatan adalah identitas kegiatan yang dilakukan
2)      Dasar Pemikiran
 Dasar pemikiran adalah latar belakang penulisan laporan perjalanan
3)      Tujuan perjalanan
Tujuan penulisan adalah indikator yang akan dicapai setelah penulisan laporan
4)      Waktu Tempat dan Lokasi perjalanan
Sebuah kegiatan pasti memiliki alokasi waktu, dimana dan lokasi berlangsung, jadi dalam menulis laporan perjalanan kita harus menuliskan identitas tersebut.
5)   Peserta
 Seseorang yang ikut serta dalam perjalanan
6)  Biaya dan sumber biaya
Dana dan dari mana dana tersebut diambil
7)  Hal-hal yang diamati
Suatu hal yang penting harus diambil untuk dijadikan penulisan  laporan perjalanan
8)  Pembahasan
Pendeskripsian atau simpulan dari perjalanan yang dilakukan
Pembahasan ini berisi tentang informasi-informasi penting yang ingin disampaikan dari awal sampai akhir
Sedangkan sistematika laporan perjalanan menurut Irman (2008:108)  meliputi :
1) Nama kegiatan (Judul)
Nama kegiatan  yang dilakukan
 2) Dasar pemikiran
Proses belajar-mengajar yang berkaitan dengan bahan pengajaran
3) Tujuan
Tujuan penulis setelah melakukan perjalanan
4) Sasaran/ruang lingkup
Nama tempat yang dikunjungi
5) Waktu dan tempat kegiatan
Kapan dan dimana pelaksanaan kegiatan dilakukan
6) Penyelengara/panitia kegiatan
Merupakan orang yang ikut dalam perjalanan yang dilakukan
7) Jadwal kegiatan
Merupakan waktu apa saja yang harus dilakukan dalam perjalanan
8) Biaya
Dana yang harus dikeluarkan selama perjalanan
9) Penutup
Simpulan  dan saran dari awal sampai akhir perjalanan yang dilaksanakan
Berikut beberapa tips untuk membuat tulisan laporan perjalanan Bung Akmal, wartawan Tempo di Milis Apsas (2008:3) yang ia kelola :
1)     Berikan sudut pandang yang segar, jika mungkin, meliputi beberapa pokok permasalahan yang tidak biasa. kreatiflah dalam menulis perjalanan, termasuk dalam menggunakan gaya bahasa seperti metafora dan simile yang penuh daya dan orisinal.
2)    Personal, ambil pendekatan sendiri untuk sebuah tempat yang dikunjungi, sebuah aktivitas yang anda coba lakukan atau sebuah petualangan mendebarkan yang sedang anda kerjakan. apa yang sesungguhnya menginspirasi anda? Kenali dan jelaskan kepada pembaca. Cerita harus memiliki suara dan sudut pandang personal. ingatlah bahwa sebagian besar tempat yang anda tulis, sangat mungkin sebelumnya sudah ditulis orang lain. Ini merupakan tantangan untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan orisinal untuk dikatakan kepada pembaca.
3)   Jenaka, tulisan perjalanan hendaknya memiliki sebuah nada yang cerah, cemerlang, hidup, dan jenaka. perjalanan adalah sebuah proses berangkat dari yang familiar menuju kepada yang asing dan tidak familiar, sering kaya akan peristiwa komedi dan jenaka. Masukkan komedi ke dalam tulisan di tempat yang patut dan jangan takut membuat pembaca tertawa. Juga, jangan takut untuk memasukkan ”kecelakaan”, misalnya, ke dalam bagian-bagian tulisan.tak perlu ‘jaim’. Ini dapat menjadi seperti bacaan berharga.
4)    Surprise, Beri kejutkan kepada pembaca. berikan pembaca sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang hanya diketahui sedikit orang—tentang suatu lokasi misalnya.lakukan ini dengan mencoba aktivitas yang tidak biasa, bertemu dengan orang-orang yang baru, terlibat ke dalam adegan yang asing ketika berada dalam sebuah perjalanan.
5)   Seimbang, tulisan perjalanan harus memadukan observasi personal, deskripsi dan komentardengan informasi praktis yang berguna bagi pembaca. jadi, ada keseimbangan yang cermat antara pengalaman personal, deskripsi lokasi, deskripsi kegiatan atau peristiwa. dan ingat bahwa saat menulis sebuah kisah perjalanan, anda juga seorang wartawan sehingga akurasi fakta tetap harus diperhatikan.
6)     Kutipan, untuk memperkaya tulisan kutip komentar teman perjalanan atau pengunjung suatu kegiatan atau lokasi. silakan mereka mengekspresikan perasaan mereka, kengerian, atau ketakjuban mereka tentang suatu tempat atau kegiatan yang sedang berlangsung.

Ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam menulis laporan, yaitu aspek isi (substansi) dan aspek kebahasaan (peredaksian). Aspek isi berkaitan dengan materi atau topik yang dilaporkan, sedangkan aspek kebahasaan berkaitan dengan media atau sarana untuk menyampaikan atau mewadahi materi. Dalam penyusunan laporan aspek isi tercermin dalam penjabaran topik menjadi subtopik yang terangkum dalam kerangka atau tubuh laporan, sedangkan aspek kebahasaan tercermin dalam penggunaan diksi, pemakaian kalimat, penyusunan paragraf, dan aspek simbol  tulisan yang  meliputi penggunaan ejaan dan pungtuasi
Di samping ketiga aspek tersebut, peredaksian laporan perlu memperhatikan aspek ejaan dan tanda baca. Dalam hal ini, aspek ejaan mencakup pemakaian huruf, penulisan kata, dan penulisan unsur serapan. Sementara itu, aspek tanda baca tanda baca mencakup penggunaan tanda titik (.),  koma(,), titik koma(;), titik dua(:), tanda seru (!), tanda tanya (?), garis miring (/), garis pemisah (-), dan tanda kutip (“….”).
Contoh laporan perjalanan :
1)      Nama kegiatan
Bazar dan pasar murah
2)      Latar belakang/dasar pemikiran
a)      Mengisi kegiatan liburan
b)      Menumbuhkan rasa kepedulian
3)      Tujuan Perjalanan
a)      Untuk melakukan proses belajar-mengajar melalui metode langsung     berupa wisata terhadap objek
b)      Untuk mengetahui barang-barang murah di bazar dan pasar murah
4)     Waktu ,Tempat dan lokasi kegiatan
a)      Tanggal 18 sampai dengan 20 Agustus 2012
b)      Kelurahan Mulia sentosa
c)      SMP Negeri Mulia Sentosa
5)      Cara pengamatan
Mengetahui langsung dan wawancara dengan warga setempat
6)       Hal-hal yang diamati
a)      Areal bazar dan pasar murah
b)      Barang-barang murah bermutu dan terjamin kualitasnya
7)       Pendeskripsian
Bazar dan pasar murah selain berfungsi sebagai tempat rekreasi dan memiliki daya tarik tersendiri bagi warga Mulia Sentosa untuk berbelanja barang-barang murah dan bermutu
Bazar dan Pasar Murah
Dalam proses belajar mengajar demi mencapai keberhasilan yang lebih baik, siswa bukan hanya melihat di buku pelajaran. siswa diajak untuk melihat dan berintreraksi langsung dengan melihat kegiatan bazar dan pasar murah yang dilaksanakan sebagai memperingati hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus merupakan momen yang sangat berharga bagi semua warga negara Indonesia. Namun, proses belajar juga meliputi proses laporan/pengamatan langsung terhadap objek-objek yang berkaitan dengan bahan pengajaran yang dilihat atau ditemui langsung oleh siswa. Oleh karena itu, OSIS SMP Negeri Mulia Sentosa mengadakan acara kegiatan bazar dan pasar murah.dengan mengadakan  pengamatan kegiatan bazar dan pasar murah.
Pada hari senin tanggal 18 Agustus tepat pukul 08.00 WIB semua kelompok kami telah berkumpul di lapangan SMP Negeri Sentosa.Wajah-wajah ceria tampak mewarnai anggota kelompok kami, karena selain pengamatan sebagai laporan perjalanan kami pun bisa rekreasi Melihat barang-barang murah yang mutunya terjamin.
   Menurut ketua pelaksana yang kami temui mengatakan bahwa peserta kegiatan bazar dan pasar murah adalah perwakilan dari setiap kelurahan se-kecamatan Mulia Sentosa dengan waktu pelaksanaan : 18-20 Agustus 2012 bertempat di lapangan SMP Negeri Mulia Sentosa. Seluruh rangkaian acara pada bazar dan pasar murah tersebut berjalan  baik hampir tanpa kendala.Ini semua ketertarikan dan respon positif dari warga kecamatan Mulia Sentosa terhadap acara tersebut sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Kesiapan panitia pelaksanaan yang jauh hari sebelum pelaksanaan telah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang mampu mengantisipasi kekurangan apabila hal itu terjadi saat pelaksanaan kegiatan.
   Masih menurut ketua pelaksanaan  keuntungan dari kegiatan bazar dan pasar murah ini sebagian akan disumbangkan kepada salah satu yayasan panti asuhan yang ada di kecamatan Mulia Sentosa.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes