Selasa, 16 Oktober 2012

langkah-langkah membaca puisi

Langkah-langkah membaca puisi adalah sebagai berikut :
1)      Perhatikan irama
Irama dalam puisi adalah alunan bunyi atau nada ketika membacakan kalimat demi kalimat dalam puisi. Pengarang memilih kata demi kata dalam puisi menciptakan suatu nada dan dari nada itu mengandung makna puisi. Mungkin nada marah (dibacakan dengan nada marah), kesal (dibacakan dengan nada kesal), atau sendu (dibacakan dengan nada sendu, sedih).
Perhatikan bait larik puisi dan tanda tekanannya berikut.
         v      ^ Andaikan saja
v              v       ^             v
Aku seperti burung di angkasa
v               v   ^                         ^ Terbang bebas melayang tanpa beban
Berdasarkan tanda tekanan suara mendatar (     ), menaik ( v ), atau menurun ( ^ ) dari larik puisi tersebut maka puisi terdengar indah untuk didengar. Dengan demikian, tingkat keras lunaknya tekanan suara dalam puisi diungkapkan berdasarkan tuntutan isi puisi. Jadi, puisi tersebut berisi pengharapan. Oleh karena itu, tekanan suara ketika membacakannya cenderung lembut, seperti mengharapkan sesuatu. Impian adalah khayalan tanpa perjuangan.
Aku paham, aku tahu Hidup adalah perjuangan Jika tidak berjuang
Kapan akan menang
Larik tersebut harus dibacakan dengan penuh semangat untuk meyakinkan kepada pendengar.
2)      Gunakan mimik
Mimik adalah ekspresi raut muka ketika membacakan kata demi kata dalam puisi. Mimik harus sesuai dengan tuntutan makna puisi. Jika tuntutannya sedih, raut muka harus sedih. Begitu pun kalau kesal, dibacakan dengan ekspresi kesal. Ketika kamu membacakan larik-larik pertama puisi tersebut, raut muka harus penuh kesedihan. Ketika kamu membacakan larik-larik terakhir, haruslah dengan ekspresi muka yang berbinar-binar atau penuh semangat.
 3)      Gunakan Kinesik
Kinesik adalah gerak tubuh, seperti tangan, kaki, kepala, atau yang lain ketika membacakan puisi. Jadi, gerakan tubuhmu harus tepat dengan tuntutan isi puisi. Misalnya, ketika mengucapkan kata- kata /Terduduk lemas di atas tanah/ /Aku termenung/ sikap tubuh benar-benar merunduk. Ketika menyatakan kata-kata /hidup adalah perjuangan/, kamu membacakannya dengan sambil mengepalkan tangan ataupun gerakan-gerakan lainnya yang sesuai.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes